Dua Belas Strategi dalam Menjalankan Organisasi

Di dalam ayat-ayat Al-Qur’an maupun riwayat, banyak disinggung mengenai kewajiban seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Hal itu menunjukkan adanya pola khusus yang harus disiapkan oleh manusia dalam kehidupan materialnya maupun kehidupan sipiritualnya. Oleh sebab itu dalam penerapannya, manusia harus mempunyai program: jangka pendek, menengah, ataupun jangka panjang.

Begitu juga dalam organisasi. Dalam menjalankan aktifitasnya, organisasi  tidak akan sukses jika tidak ada module yang mengaturnya. Karenanya, berbagai strategi disiapkan agar organisasi berjalan lancar.

Direktur Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta, Dr. Abdul Majid Hakim Ilahiy mengatakan setidaknya ada 12 unsur penting dalam sebuah manajemen kepemimpinan atau strategi dalam menerapkan organisasi. Beliau menyampaikannya secara singkat saat memberikan sambutan di acara pelatihan upgrading Muslimah Ahlulbait Indonesia (MAI) yang diselenggarakan pada tanggal 16 Agustus 2017. Berikut uraiannya:

Pertama: Hikmat

Maksud dari sebuah hikmat adalah setiap manusia memiliki pandangan atau akal yang luas. Tidak boleh memandang segala sesuatu secara dangkal maupun pendek.

Kedua: Pandangan Jauh ke Depan

Sebelum kita menjalankan segala sesuatunya kita memikirkan kebaikan atau keburukan dari perbuatan tersebut. Sampai mana atau hasil apa yang ingin dicapai ketika kita melakukan hal tersebut.

Jika tidak bisa menerapkan apa yang dipikirkan, maka tidak akan mengetahui masa depan, dan terpaksa mengerjakan pekerjaan yang monoton setiap harinya. Kita harus bisa memprediksikan 10 tahun ke depan dalam bidang kebudayaan apa-apa saja yang akan terjadi di negara ini dan itu harus dipikirkan.

Ketiga: Harapan atau Cita-Cita yang Tinggi

Objek yang harus dipikirkan bukan hanya Muslimin yang ada di Indonesia saja; bahkan tidak hanya masyarakat di Indonesia saja. Seharusnya, mencakup semua masyarakat di dunia.

Nilai seorang manusia adalah tergantung pada cita-cita yang ada di pikirannya. Semakin tinggi cita-cita yang ada di dalam diri manusia, maka nilai dari manusia itu adalah mengikuti apa yang dicita-citakannya.

Dengan perkembangan media sosial yanga ada di dunia ini, maka kita bisa bilang bahwa kehidupan 7 milyar manusia ada di dalam rumah. Cita-cita harus tinggi. Jangan menganggap diri kita kecil dan tidak boleh objek kita mencakup hal yang kecil.

Keempat: Keberanian

Dalam melakukan sesuatu, jika tidak memiliki keberanian terhadap pekerjaaan yang besar maka tidak akan terlihat kesuksesan dalam dirinya.

Kelima: Memberantas Kebiasan-Kebiasaan Buruk di Masyarakat

Seperti yang kita ketahui bersama manusia hidup dengan kebiasaan masing-masing. Terkadang untuk maju kedepan, kita perlu mematahkan tradisi atau kebiasaan-kebiasaan yang tidak bagus di masyarakat.

Keenam: Percaya pada Diri Sendiri

Jika seseorang tidak percaya atau meyakini kemampuan diri sendiri maka dia tidak akan bisa melakukan segala sesuatu. Seseorang harus punya keimanan pada dirinya.

Ketujuh: Menjalin Hubungan dengan Pihak Luar

Sebuah organisasi akan sukses akan berhasil jika berhubungan dengan orang lain. Komunikasinya diperbanyak dengan pihak luar.

Kedelapan: Kemampuan Memobilisasi Semua Unsur yang Ada di Organisasi

Fasilitas kita terbatas. Maka akan lebih bagus jika memanfaatkan potensi dan kemampuan dari luar.

Salah satu negara yang kuat dan bagus adalah negara Swiss. Perlu diketahui bahwa kemampuan dan kekuatan negara Swiss itu adalah karena harta atau finansial dari negara-negara lain. Dia memanfaatkan investasi dari negara-negara lain. Kita bisa meniru hal itu.

Kesembilan: Menciptakan Hal Baru

Yaitu setiap hari kita harus mengajukan, mengusulkan dan memberi pendapat hal yang baru.

Kesepuluh :Mempunyai Kemampuan dalam Mengevaluasi Kegiatan-Kegiatan di Masa Lalu

Saya yakin salah satu bulletin yang dilaksanakan hari ini (pelatihan upgrading MAI) adalah supaya bisa mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang lampau.

Kesebelas: Kesabaran

Perbedaan antara manajemen sebuah pabrik dan manajemen manusia ada di poin ini. Manajemen industri sangat mudah sekali, karena objeknya sebuah besi, apapun yang diinginkan misalnya dalam membuat sebuah bangunan, bisa dilakukan.

Sedangkan dalam manajemen manusia objeknya bukan saja manusia itu sendiri akan tetapi juga ruh manusia yang ada di dalamnya.

Sangat susah bekerja atau mempengaruhi ruh seseorang. Allah sendiri mengatakan bahwa tentang masalah ruh, hanya Allah yang mengetahuinya.

Seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an, bertahun-tahun Nabi Nuh berdakwah, menyeru kepada kaumnya, akan tetapi tidak ada pengaruhnya dan kebanyakan dari mereka berpaling.

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang. Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat. Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan. Kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam.” (QS. Nuh ayat 5-9).

Oleh sebab itu, kesabaran sangat diperlukan. Jangan berharap dapat melihat hasil karya dalam satu atau dua tahun ke depan. Hasil dari kerja kita mungkin baru bisa terlihat 50 atau 60 tahun ke depan.

Kedua Belas: Tawakkal

Faktor terpenting terakhir menurut saya dari kesuksesan sebuah organisasi yaitu tawakal kepada Allah. Kita bermohon kepada Allah swt semoga kerja kita dan apa yang kita lakukan dapat berkah dan inayah dari Allh swt.

Artikel sebelumnya: Pelatihan Upgrading Muslimah Ahlulbait Indonesia

Related posts:

Garuda PancasilaNegara dan Agama dalam Bingkai Pancasila ABI Press_Perubahan Iklim di IndonesiaBijak dan Cerdas Hadapi Tantangan Perubahan Iklim di Indonesia (2) stop a hateIndonesia Darurat Benci jadi 1Biografi Singkat Imam Muhammad Al-Jawad

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*