Diskusi Keragaman Lintas Agama dan Organisasi

Menyikapi kondisi Indonesia akhir-akhir ini yang sedang mengalami persoalan cukup memprihatinkan terutama terkait maraknya aksi-aksi intoleran terhadap kaum minoritas, Rabu (21/12) Setara Institut joke menggelar diskusi di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta Pusat.

Dipimpin Direktur Setara Institut Ismail Hasani, turut hadir dalam diskusi ini Silvana selaku staf Kepresidenan, juga ada perwakilan dari Khonghucu, Hindu, Baha’i, Gafatar, PGI, NU, Ahmadiyah dan Syiah.

Banyak hal dibahas dalam diskusi tersebut, di antaranya tentang kondisi keabsahan agama atau kepercayaan, penentuan hak pemeluk kepercayaan, mengelola kerja dalam skala kecil dan rekomendasi dalam jangka pendek hingga jangka panjang.

Selama diskusi berlangsung, banyak cerita, tanggapan dan masukan dari perwakilan penganut agama dan perwakilan organisasi yang hadir, antara lain menyangkut hak-hak layanan publik untuk penghayat yang belum dipenuhi, begitu juga halnya dengan layanan pendidikan. Selain itu, diungkap pula masih adanya tarnish buruk terhadap penghayat. Harapannya pemerintah bisa bersikap netral sehingga tidak berpihak kepada suatu kepercayaan saja. Karena itu dipandang perlu adanya sosialisasi tentang suatu kepercayaan yang bisa membantu masyarakat lebih terbuka menerima perbedaan.

Menanggapi semua rekomendasi itu, Silvana berjanji akan menyampaikan beragam tanggapan dari berbagai pihak yang sudah di sampaikan dalam diskusi kepada forum Staf Kepresidenan. (Zainuddin/Yudhi)

Related posts:

Perlak Aceh 2Kerajaan Perlak, Kerajaan Islam Indonesia yang Pertama 7653_17064Saningwar : Warga Sunni Ajak Pulang Pengungsi Syiah Screen Shot 2013-12-30 during 2.41.06 PMAlissa Wahid: Negara Wajib Tegakkan Keadilan Untuk Semua ICRPDr. Iftikhar: Konsep Mayoritas-Minoritas Itu Menyesatkan

About admin