Biografi Singkat Imam Muhammad Al-Baqir

Imam Muhammad Al-Baqir a.s.

Nama                    : Muhammad

Gelar                     : Al-Baqir

Panggilan             : Abu Ja’far

Ayah                      : Ali Zainal Abidin

Ibu                         : Fatimah

Kelahiran             : Madinah, 1 Rajab 57 H

Kesyahidan         : 7 Dzulhijjah 114 H

Makam                 : Pemakaman Baqi’, Madinah

Jumlah Anak      : 8 orang (6 laki-laki dan 2 perempuan)

Imam Muhammad Al-Baqir a.s dilahirkan di Madinah pada tanggal 1 Rajab atau 3 Shafar  57 H. Ayahnya adalah Imam Ali Zainal Abidin a.s. dan ibunya  adalah Fatimah binti Imam Hasan Al-Mujtaba a.s. yang lebih dikenal dengan julukan Ummu Abdillah. Dengan demikian, nasabnya bersambung ke Bani Hasyim, baik dari sisi ayah maupun ibu.

Imam Baqir a.s. syahid pada hari Senin, 7 Dzulhijjah 114 H. dalam usia 57 tahun. Ia diracun oleh Hisyam bin Abdullah Malik, salah seorang khalifah Bani Umaiyah, dan dikuburkan di pemakaman Baqi’.

Imam Baqir a.s. dikenal karena keluasan ilmu dan takwanya. Ia selalu menjadi rujukan Muslimin dalam setiap problema. Keberadaaan Imam Baqir a.s. adalah sebuah pengantar bagi perbaikan umat. Masyarakat mengenalnya sebagai putra orang-orang luhur yang rela mengorbankan jiwa dan raga mereka demi mencegah penyelewengan umat yang hampir saja memusnahkan Islam. Dengan pengorbanan mereke, Muslimin dapat mengetahui adanya penyelewengan-penyelewengan yang dilakukan penguasa atas nama Islam.

Imam Baqir a.s. mengambil keputusan untuk mengekspos penyelewengan para penguasa dari garis Islam tersebut kepada khalayak ramai, dan memahamkan kepada mereka bahwa peristiwa itu bukan sekedar mimpi belaka.

Hisyam bin Abdul Malik, seorang khalifah dinasti Bani Umaiyah ketika melihat Imam Baqir a.s. dan bertanya siapakah dia, masyarakat di sekelilingnya menjawab bahwa ia adalah seorang yang dikagumi oleh penduduk Kufah, orang ini adalah pemimpin Irak.

Ketika musim haji tiba, ribuan Muslim yang berasal dari Irak, Khurasan dan kota-kota lain bertanya kepada Imam tentang hal mengenai Islam. Hal ini menunjukkan betapa ia sangat berpengaruh di dalam hati umat manusia.

Fuqaha’ dari berbagai aliran disiplin ilmu sering mengadakan dialog dengan Imam Baqir a.s. berkenaan dengan permasalahan-permasalahan ilmiah yang sangat pelik dengan tujuan untuk mempermalukannya di hadapan khalayak. Akan tetapi, dengan jawaban-jawaban yang mematikan dan memuaskan ia memaksa mereka untuk bertekuk lutut di hadapannya.

“Universitas” Imam Baqir a.s. adalah sebuah tempat penting bagi para ilmuwan dan muhaddis yang pernah belajar darinya. Jabir Al-Ja’fi berkata: “Abu Ja’far a.s. meriwayatkan tujuh puluh ribu hadis kepadaku”.  Muhammad bin Muslim berkata: “Dalam setiap permasalahan yang kuanggap sulit, aku pasti menanyakannya kepada Abu Ja’far a.s. sehingga aku mendapatkan tiga pilih ribu hadis darinya”.

Imam Baqir a.s. pernah berkata tentang pengikut Syi’ah: “Para pengikut kami, Syiah Ali akan membela kami sepenuh hati dan demi menjaga agar  agama tetap hidup mereka selalu bersatu dalam membela kami. Jika mereka marah, kemarahan tidak akan menjadikan mereka berbuat zalim, dan jika mereka sedang bahagia, mereka tidak akan melampaui batas. Mereka adalah sumber berkah bagi tetangganya dan dalam menghadapi para penentang, mereka selalu memilih jalan damai. Syi’ah kami taat kepada Allah”.

Keutamaan dan Ilmu Imam Baqir a.s.

Imam Baqir a.s. pada masa Imamahnya telah berhasil menyebarkan pengetahuan, khususnya dalam bidang hukum dan fiqih. Di samping ikut aktif dalam menangani problema ilmiah yang berkembang waktu itu, ia juga aktif mendidik para murid handal seperti Muhammad bin Muslim, Zurarah bin A’yan, Abu Nashir, Hisyam bin Salim, Jabir bin Yazid, Hamran bin A’yan dan Buraid bin Mu’awiyah Al-‘Ajali.

Imam Baqir a.s. adalah kebanggaan Bani Hasyim pada zamannya dalam zuhud, takwa dan akhlak. Keilmuannya dikenal di seluruh penjuru negeri sehingga ia dijuluki dengan uluum (penyingkap rahasi ilmu pengetahuan).

Seorang ulama besar Ahlussunnah yang bernama Ibnu Hajar Al-Haitsami menulis: “Muhammad Al-Baqir telah menyingkap rahasia ilmu pengetahuan dan menjelaskan hakikat hukum dan hikmah ilmu pengetahuan sehingga hal itu tidak tersembunyi kecuali bagi orang-orang yang bodoh atau berhati kotor. Oleh karena itu, ia dikenal dengan julukan penyingkap rahasia ilmu, pemilik rahasia dan pengibar bendera ilmu pengetahuan.”

e9c21474-ee64-4348-8859-01afd5461bf5

Related posts:

jadi 1Biografi Singkat Imam Muhammad Al-Jawad imam_reza_birthday 1Biografi Singkat Imam Ali Ar-Ridha Yasta RajasaLika-Liku Jalan Sufi Yasta (Bagian Ketiga) diskusi-1024x576 (1)Launching Buku Biografi Imam Khomeini di UIN Jakarta

About admin