Beasiswa Santri Berprestasi Kembali Dibuka Bulan Depan

Jakarta – Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, tahun ini mengeluarkan anggaran sebesar Rp36miliar untuk membiayai Program Beasiswa Santri Berprestasi atau yang biasa disebut PBSB.

“Anggaran ini untuk membiayai beasiswa 1.138 santri yang masih berlangsung serta 250 santri baru yang akan diterima pada tahun ini,” kata Kasubdit Pendidikan Pesantren Direktorat Pendidikan Diniah dan Pondok Pesantren Kemenag Ainur Rofiq, di Jakarta, akhir pekan lalu.

PBSB dibuka oleh Kementerian Agama sejak tahun 2005. Hingga kini, tidak kurang dari 3.800 santri telah mendapatkan akses untuk belajar di berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Tidak sedikit pula dari mereka yang sudah lulus kini berkiprah sebagai profesional pada bidangnya masing-masing, mulai dari teknokrat, dokter, pendidik pesantren dan madrasah, serta lainnya. Bahkan, banyak juga yang saat ini meneruskan kuliah di luar negeri, baik Eropa maupun Asia.

 

Bagi para santri yang lulus seleksi dan diterima di perguruan tinggi, lanjut Rofiq, mereka akan mendapatkan beasiswa berupa biaya kuliah sampai selesai serta vital cost (biaya hidup) selama menjadi mahasiswa. Bahkan, khusus untuk module studi yang memerlukan tambahan pendidikan khusus, seperti kedokteran, Kemenag juga akan menyediakan anggarannya sampai mereka benar-benar lulus sebagai dokter.

Saat ini terdapat tiga belas perguruan tinggi yang menjadi mitra Kementerian Agama dalam module beasiswa ini. Ketiga belas perguruan tinggi tersebut adalah IPB Bogor, UGM Yogjakarta, UPI Bandung, ITS Surabaya, dan Unair Surabaya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Khusus untuk para santri di wilayah Indonesia Timur, kini Kemenag membuka akses PBSB di UIN Sultan Alauddin Makassar serta Universitas Cendrawasih Jayapura.

PBSB membuka kesempatan para santri untuk memilih module studi umum dan agama, sesuai minat, bakat, dan kompetensi dasarnya. Untuk module studi umum, antara lain ada pilihan kedokteran, keperawatan, serta teknik informatika. Sedang untuk module studi agama, ada pilihan seperti ilmu falak, tasawuf, dan bahasa.

Pendaftaran PBSB dibuka pada akhir Maret 2017. Menurut Rofiq, pendaftaran dilakukan secara online sehingga para santri dapat mengaksesnya dari seluruh Indonesia. Proses seleksi juga akan dilakukan secara ‘online’ melalui tes berbasis mechanism atau computerized formed test/CBT. (Informasi lengkap terkait PBSB dapat diakses melalui website http://pbsb.ditpdpontren.kemenag.go.id/).

Related posts:

7783Kemenag: Tidak Ada Materi Syahadat di Sekolah Menengah (dua dari kiri) Ustaz Hassan Alaydrus, Ustaz Jalaluddin Rakhmat, dan Kyai Alawi Nurul Alam al BantaniMaulid Bersama: Bukti Kokoh Ukhuwah Sunni-Syiah RUU Perlindungan BeragamaKemenag Persiapkan RUU Perlindungan Beragama 454271Rencana Kemenag Cetak 100 Ribu Mushaf Al-Qur’an Tahun Ini

About admin