Asyura-Semarang-2015-480x330

Asyura Semarang

Asyura-Semarang-2015-480x330Di tengah siang terik bersuhu kurang lebih 39 derajat, ribuan orang dari berbagai daerah di wilayah Jawa Tengah, bahkan ada beberapa rombongan dari Jawa Timur dan Jawa Barat berduyun-duyun hadir dalam peringatan tragedi Karbala yang untuk kesekian kalinya diadakan di Kota Semarang, tepatnya di Gedung Pertemuan Kompleks PRPP Semarang.

Meski berkembang intimidasi dan tekanan dari kelompok intoleran yang setiap tahun kerap menghalang-halangi peringatan duka terhadap cucu Rasulullah saw, acara tetap berlangsung tertib, aman dan lancar. Bahkan setiap tahun peserta yang hadir selalu meningkat jumlahnya. Area dalam gedung yang luas, ditambah karpet yang digelar di halaman, tetap saja tak cukup menampung keseluruhan pengunjung. Banyak di antara mereka yang dalam posisi berdiri, tetap seksama dan khusyuk mengikuti acara hingga usai.

Dengan suara khas, lantang dan penuh ghirah, Ustaz Thoha Al Musawa menyampaikan hikmah di balik peristiwa Karbala. Bahwa kesyahidan Imam Husein memberikan arti tersendiri bagi kalangan berakal sehat yang mau berpikir.  

Acara Haul Sayidina Husein bin Ali as yang diselenggarakan oleh para pencinta cucu Rasulullah saw pada tanggal 10 Muharram 1437 H dan bertepatan dengan hari Jumat (23/10) itu dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. 

Dalam sambutannya, Sayid Jafar Shodiq Assegaf selaku Ketua Panitia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak khususnya Gubernur Jawa Tengah, Kapolda Jateng, dan Kepala Kantor Depag Jateng atas izin dan dukungan bagi terselenggaranya acara tersebut. 

Menurut Jafar Shodiq Assegaf, haul ini dimaksudkan sebagai ungkapan duka cita kepada Baginda Rasulullah saw dengan harapan semoga mendapatkan syafaat dari beliau saw. Untuk itu Jafar Shodiq Assegaf memimpin seluruh pencinta yang hadir dengan meneriakkan yel-yel “labbayka ya Husein” yang bermakna “kami datang memenuhi seruanmu wahai Husein”.

Ustaz Thoha Musawa sebagai pembicara menjelaskan bahwa para pencinta Sayidina Husein as, yang disebut Syiah 12 Imam, yang meyakini Sayidina Husein sebagai Imam ke 4, adalah para penegak kebenaran. Barangsiapa yang atas nama Syiah menghina agama atau mazhab lain, menjelek-jelekkan kesucian simbol mereka, maka sesungguhnya ia bukanlah dari Syiah 12 Imam. Hal ini telah dimaklumi pula oleh semua pihak khususnya oleh pihak pemerintah Republik Indonesia. 

Menurut Ustaz Thoha Musawa, fitnah secara sengaja telah dilancarkan untuk memperburuk citra Syiah, akan tetapi hal ini tidak akan berhasil. Meski demikian, para Syiah 12 Imam tetap perlu menjaga diri mereka dari memperparah fitnah sebagaimana dimaksud.

Tempat syahidnya Sayidina Husein as, yakni Karbala, jelas Ustaz Thoha Musawa, memang adanya di Iraq. Akan tetapi pada hakikatnya Karbala ada di setiap tempat dimana kebenaran dan kemuliaan dijunjung tinggi. Oleh karena itu Karbala bukan hanya sekali saja melainkan setiap hari adalah Karbala.

Satu hal yang ditekankan oleh Ustaz Thoha Musawa adalah bahwa Muslimin berbeda pendapat mengenai siapa Ahlulbait as, akan tetapi semua sepakat bahwa Sayidina Husein as adalah salah satu dari Ahlulbait as. Terkait dengan itu, mencintai Ahlulbait as adalah wajib bagi setiap Muslim menurut Alquran. Karenanya, mencintai Sayidina Husein as pun adalah wajib bagi setiap Muslim.

Acara yang berlangsung khidmat ini diakhiri doa bagi semua elemen bangsa dan negara yang dipimpin oleh Habib Ali Alathas, sebelum kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri. (Arif/Yudhi)

Sumber : Ahlulbait Indonesia

About admin