Apresiasi Pahlawan dan Cinta NKRI

Sabtu, (12/11) dalam rangka memperingati Hari Pahlawan dan transport Sayidina Husein ra. STFI Sadra mengadakan convention nasional bertema “Pahlawan Kemanusiaan dan Pahlawan Kebangsaan” di Auditorium STFI Sadra, Jakarta Selatan.

Dalam convention ini turut hadir tiga narasumber yaitu; Dr. we Gusti Putu Buana S. AP, Msc (tenaga profesional bidang pertahanan Lemhanas RI), Dr. KH. Jalaluddin Rahmat, M.Sc (Komisi 8 DPR RI) dan Prof. Dr. Abdul Majid Hakimullahi (Direktur ICC, Jakarta Selatan).

Pada kesempatan pertama we Gusti Putu Buana memutar film pendek tentang semangat juang pemuda Indonesia menghadapi pasukan penjajah di Surabaya. Setelah pemutaran film selesai, dia berharap peserta convention bisa melihat perjuangan pahlawan melawan penjajah dan bisa mewarisi nilai-nilai perjuangan sekaligus mengaplikasikannya dalam kehidupan bernegara.

Selanjutnya pada sesi kedua dilanjutkan pemaparan oleh Kang Jalal yang menyampaikan secara singkat biografi Soekarno dan menjelaskan definisi dan karakter pahlawan dari pemikir filsafat sejarah di antaranya Thomas Carly yang menyebutkan karakter pahlawan sebagaimana nabi memiliki ketulusan dalam menjalankan misinya, sedikit pendiam bila tidak ada kata yang perlu diucapkan, tepat, bijak dan jujur dalam bicara. Memiliki karakter yang serius dan ikhlas, ramah penuh kasih dan keteguhan pendirian dalam menghadapi tantangan.

Pada sesi terakhir, Hakimullahi menyampaikan beberapa macam pahlawan; pahlawan mencapai kedudukan, pahlawan yang menumbuhkan dan mengembangkan kehidupan manusia, pahlawan yang mempertahankan keadilan, kehormatan, nilai-nilai kemanusiaan dan berusaha untuk mencapai ridha Allah SWT. Direktur ICC itu juga menjelaskan keutamaan Imam Husein sehingga disebut pahlawan, diawali niatnya yang kuat serta kerelaannya berkorban. Sedangkan tujuan perjuangan dan pengorbanannya itu semata-mata demi umat Islam dan seluruh umat manusia di dunia.

Dari pemaparan ketiga narasumber dapat diambil kesimpulan bahwa setiap warga negara, mesti terus menggali kreativitas di setiap profesi masing-masing dengan maksimal untuk menciptakan kemakmuran dan kedamaian. Hal ini didasarkan pada keteladanan pengorbanan dan perjuangan pahlawan yang telah gugur demi mewujudkan kemerdekaan Indonesia. (Zainuddin/Yudhi)

Related posts:

Tasawuf-dan-Tantangan-Dunia-ModernTasawuf dan Tantangan Dunia Modern Salat berjamaahSambut Gerhana Matahari Total Warga Pontianak Gelar Salat Kusuf Strategi-Walisongo-Sebarkan-Islam-NusantaraStrategi Walisongo Sebarkan Islam Nusantara www.nu.or.idDeklarasi Nahdlatul Ulama untuk Dunia

About admin