Ali Ashgar: Cara Baru Rekrutmen Teroris, Lewat Medsos

Aksi teror kembali terulang. Tak hanya terjadi di Timur Tengah, kali ini, Selasa (5/7) kembali terjadi di Indonesia.  Tepatnya di Mapolresta Solo dengan cara pelaku menerobos penjagaan gerbang depan dengan menggunakan engine roda dua kemudian meledakkan diri.

Sementara di belahan negara lain, Baghdad di Irak dan Mekkah, Madinah, Qatif di Saudi Arabia beberapa jam sebelumnya juga mengalami aksi teror bom.

Menanggapi teror yang hampir bersamaan waktunya ini, Ali Asghar, Sekretaris Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) mengatakan bahwa tidak ada hubungan secara langsung antara aksi teror yang terjadi di beberapa negara tersebut. Namun menurutnya, teror yang terjadi di Saudi juga memberi motivasi dan membuka ruang bagi kelompok radikal di Indonesia untuk melakukan aksi teror.

Namun demikian, Ali Asghar mengatakan bahwa aksi teror di Indonesia tidak perlu ditakuti. Sebab menurutnya, mereka para pelaku teror ini adalah kelompok minoritas Islam yang ingin eksis di tengah-tengah umat Muslim yang sedang merayakan Hari Raya Idulfitri.

Teroris dan Medsos

Sementara perkembangan kelompok terorisme saat ini cenderung membangun aliansi jejaring mereka melalui kontak tak langsung. Hal ini yang membedakan dengan gerakan teroris sebelumnya. Gerakan teroris saat ini membangun komunikasi dan jejaring melalui Medsos atau teknologi lainnya.

“Ini yang kemudian melahirkan simpatisan ISIS di Indonesia,” terang Ali.

Serangan teror yang terjadi di Mapolresta Solo bagi Ali mengindikasikan bahwa Polisi sampai saat ini masih menjadi aim utama para pelaku teror. Terutama menjelang pergantian Kapolri yang baru.

Hal ini tentu patut menjadi perhatian bagi pejabat Kapolri yang akan datang bahwa simpatisan ISIS di Indonesia siap menebar teror meski dalam skala kecil.

Apalagi teknologi saat ini sudah memungkinkan proses rekrutmen teroris dibangun melalui Medsos dan tidak lagi harus dengan cara bertemu langsung seperti sebelumnya.

“Akibatnya akan lebih mudah memunculkan anggota baru yang siap melakukan aksi seperti yang terjadi di Solo,” pungkasnya. (Lutfi/Yudhi)

Related posts:


ABI Press_Bedah Buku Islamisasi dan KristenisasiWaspadai Radikalisme Hindari Pertikaian Agama


Jalaludin Rahmat dan Todung Mulya LubisBongkar Mitos HAM, Kuatkan Bingkai Kewarganegaraan


LAPASKunjungi Lapas Wanita, Muslimah ABI Perkenalkan Figur Wanita Termulia


Ahmad Nurhasyim (Ketua AJI)Kondisi Pekerja Perempuan Di Industri Media

About admin