32 Tahun Kiprah Sanggar Bougenville Lestarikan Budaya dan Ukir Prestasi

Sanggar Bougenville merayakan ulang tahun yang ke-32 dengan mempersembahkan tarian tradisional ragam etnis di Taman Budaya Jl. Jendral A. Yani Pontianak (3/12).

Ulang tahun Sanggar Bougenville juga dimeriahkan kehadiran Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Kepala Dinas dan Pariwisata Kota Pontianak Ibu Hilfiran Hamid, Camat Pontianak Barat dan para alumni Sanggar Bougenville.

Berbagai macam tarian tradisional Kalimantan Barat dipersembahkan dalam acara tersebut, di antaranya Tari Persembahan, Tari Kris, Tari Blida’, Tari Bebasoh, Tari Tiga Serangkai dan lain-lain.

Tidak hanya penampilan seni tari, masyarakat juga dihibur dengan penampilan Band Sanggar Bougenville.

Bapak H. Yuza Kazim sebagai pembina sekaligus pendiri Sanggar Bougenville merasa sangat senang dan mengapresiasi ulang tahun Sanggar Bougenville yang berjalan dengan sukses.

“Alhamdulillah kami selama 32 tahun ini telah berkarier dan meraih prestasi demi prestasi tingkat nasional dan internasional dalam seni tari,” terangnya.

Yuza juga mengingatkan agar tetap istiqamah pada tujuan.

“Sebagai seniman tentunya kita harus sampai ke tujuan, yaitu seni yang bermartabat, seni yang bercirikan masyarakat Timur, dan mempertahankan Kebhinneka Tunggal Ika-an” tambahnya.

“Saya berharap kedepannya masyarakat tidak melupakan budaya Indonesia, karena menurut saya Indonesia itu sangat kaya dengan budayanya,” harapnya.

“Bayangakan saja untuk Kalbar saja ada 200 lebih suku Dayak, apalagi seluruh Indonesia. Oleh karena itu masyarakat juga harus berbudaya, bermartabat jangan ala-ala Barat,” tambahnya.

Yuza juga menekankan kepada masyarakat untuk tetap mempertahankan nilai-nilai Islami yang terkandung dalam budaya.

“Tentunya untuk masyarakat Melayu seharusnya tetap mempertahankan budaya yang Islami yaitu Islam yang rahmatan lil alamain,” jelasnya.

Ketua panitia ulang tahun Sanggar Bougenville Adhelia Zalayanti. Spd, mengaku senang sebab masyarakat begitu antusias meramaikan acara tersebut.

“Kami merasa sangat senang dengan respon masyarakat yang begitu membanggakan, dan inilah maksimal kinerja kami sebagai bukti bahwa kami berkarya dan bisa dinikmati oleh orang banyak,” ungkapnya.

“Semoga kedepannya budaya-budaya tradisional tidak lekang oleh waktu, dan orang bisa menilai mana yang harus kita jaga, dan mana yang harus kita nikmati,” harapnya.

Acara ditutup dengan ramah-tamah dan sesi foto bersama keluarga besar Sanggar Bougenville. (Hakim/Yudhi)

Related posts:

festival-robo-roboSambut Rabu Terakhir Shafar, Warga Mempawah Gelar Festival Robo’-Robo’ img-20161203-wa0020-copyPembentukan Pimpinan Wilayah PANDU Kalimantan Barat jadi-2Hegemoni Kapitalisme dan Konflik Horizontal di Dunia Ketiga Salat berjamaahSambut Gerhana Matahari Total Warga Pontianak Gelar Salat Kusuf

About admin